Kamis, 26 Januari 2017

"Curhatan" Driver Gojek Ini Bikin Pilu!! Ia Sudah Nalangin, Antriin, Kehujanan, Tapi Akhirnya Malah Komentar Pedas "Kayak Gini" yang Didapat?!

Islamiviasuara - Gojek pertama kali berdiri pada tahun 2011, tapi layanan ini baru sukses serta digemari masyarakat pada tahun 2015 silam, yaitu sejak aplikasi android gojek muncul. Dengan slogan An Ojek for Every Need, Gojek tidak hanya menyediakan layanan antar-jemput penumpang, tapi juga menghadirkan fitur-fitur lain yang dapat memudahkan masyarakat, seperti Go Send (ngirim barang), Go Mart (belanja di Indomaret), Go Food (pemesanan makanan), dan Go- Go lainnya.



Hadirnya gojek memang sangat membantu hidup kita, namun dibalik semua itu, ternyata banyak loh kisah- kisah pilu yang dialami para driver gojek… Bacanya bener- bener bikin nangis, seperti kisah yang dialami seorang partner gojek ini contohnya :

1. Bapak gojek selalu siap setiap saat dan setiap waktu..
Tidak peduli pagi, siang atau malam, tidak peduli hujan atau panas terik, asal ada orderan, bapak gojek akan selalu berusaha untuk melayani kamu.

Yang jadi customer memang enak, tinggal pencet HP aja sambil goyang- goyang kaki, gak lama kemudian, orderan kamu sudah diantar oleh bapak gojek.
Ini adalah curhatan salah satu customer yang puas akan layanan gojek:
"Suatu malam perut saya keroncongan. Kalo gak diisi, mata gak bisa merem. Mau keluar tengah malam tapi serem. Akhirnya pegang HP tinggal order Go Food pake gojek. Sambil tiduran, eh 30 menit kemudian makanan datang. Bayar ongkir cuma 9 ribu dari wonokromo ke rumah saya di aloha.
Gak perlu keluar, gak perlu antri, gak perlu resiko di jalan, dan gak perlu muter-muter abisin bensin"
Curhatan ini ditulis oleh akun facebook "MartabakHawaii Sidoarjo"

2. Perjuangan driver gojek demi melayani customer…

Masih menyambung curhatan dari pemilik akun "MartabakHawaii Sidoarjo".
Pemilik akun ini sebenarnya adalah partner gojek yang berjualan martabak di Sidoarjo. Karena sering melayani driver gojek, ia mendapati bahwa sebenarnya banyak kisah pilu yang terjadi pada para driver.

"Perjuangan driver gojek itu luar biasa. Ketika customer order makanan lewat go food, ia tinggal pencet hape, lalu menunggu sang driver datang sambil ngelanjutin aktivitasnya, bisa tidur atau bekerja,"
"Lalu bagaimana dengan sang driver?"
- Pasukan gojek cepat-cepat meluncur ke tempat yang dimintai customer. Mereka memesan makanan yang tidak mereka makan.
- Mereka harus bantuin antri, panas- panasan sampai keringatan. Mereka juga seringkali merasa takut karena kalo kelamaan, customer bisa saja tekan tombol 'cancel', dan sia-sialah perjuangannya.
- Setelah orderan sudah jadi, mereka juga harus menalangi pesanan itu dengan uang pribadi. Ketika berangkat menuju rumah customer, berbagai rintangan di jalan pun terus menghadang mereka, entah cuaca buruk atau nyasar- nyasar di jalan.
- Setelah berjuang dan sampai di tujuan, apa yang mereka dapat? Terkadang malah komplainan pedas
lah yang didapat hanya karena customer tidak sabar nunggu pesanannya…

Meskipun tugasnya memang melayani kamu, tapi driver gojek juga manusia, hargailah mereka!
Kamu bayangkan saja, bagaimana kalau seandainya si bapak gojek sendiri sebenarnya belum makan, perutnya keroncongan, tapi ia harus tetap mengantri dan membelikan kamu makanan. Ia juga bisa mencium aroma makanan itu, tapi ia tidak bisa memakannya… Bisa bayangin kan betapa sengsaranya?
Lanjut cerita dari si akun martabakhawaii, ia pernah mendengar curhatan dari salah satu driver gojek yang pesen martabak di tokonya.

Suatu hari seorang gojek pernah berkata pada saya:

"Saya sering order makanan mbak, tapi kasihan istri saya, ia gak pernah saya belikan makanan seperti ini, sampe istri saya protes kayak gini,"kok di kasih baunya aja toh pak, tapi makanannya untuk orang"
Wihh.....perih hati ini dengarnya.
Duh, sedih banget ya…  tapi ceritanya belum berakhir…
Jam 10 malam habis hujan deras. Saya sudah mau pulang dari toko, tapi mendadak ada karyawan saya yang memanggil
"Mbak, ada gojek...dia mau nanya."
Saya heran kenapa, nanya aja kok mesti manggil saya.. Akhirnya saya temui seorang gojek pakai mantel plastik kedinginan efek kehujanan, sambil membawa kotak kemasan berbungkus plastik yang sebagian sudah penyek dan basah.
Saya : " Kenapa pak?"
Gojek : " Maaf mbak, bolehkan saya mengembalikan orderan ini? Saya minta tolong, soalnya tadi saya pake uang pribadi dan customernya gak mau nerima "
Saya : " Lho, kenapa gak mau nerima pak? Memangnya kirim kemana?
Gojek : " Driyorejo gresik mbak, katanya kelamaan karena tadi saya berteduh dulu kehujanan. Jadi customernya gak mau nerima."
Toko saya di daerah Taman Geluran, dan saya tahu kalo jarak driyorejo gresik itu jauh. Kemudian, saya lihat orderannya seharga 24.000 ribu. Mungkin bagi kita harga itu gak seberapa, tapi bagi mereka itu adalah MODAL.

Benar- benar memilukan… Ketika kamu order makanan, driver gojek bakal menalanginya dengan uang pribadi, lalu kamu menggantinya saat serah terima orderan. Nah, seandainya kamu gak mau terima orderan itu, lalu siapa yang mau ganti uangnya?

Para bapak gojek sudah mengantrikan, menalangi pembayaran, mengantarkan ke alamat, keluar tenaga dan bensin, menghadapi berbagai resiko di jalanan. Kita sebagai customer seharusnya menghargai mereka meskipun terkadang orderan datang terlambat.

Belajarlah saling memahami dan memaklumi, apalagi kalau cuaca hujan deras, ya wajar saja kalau bapak gojeknya telat… Kisah ini merupakan sebuah pelajaran yang berharga. Customer memang adalah Raja, tapi alangkah baiknya bila kita bisa menjadi raja yang bijak!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Poskan Komentar