Sabtu, 14 Januari 2017

Masya Allah,WAHAI WANITA...lebih dari sepuluh Masalah Kesehatan Dikarenakan Suka Berbaju Press Body.No .6 Paling Sering Untuk mereka

Berikut ini adalah berbagai bahaya penyakit menurut pakar kesehatan :

1. Paresthesia
Dr.Malvinder Parmar seorang dokter dari Timmins & District Hospital, Ontario, Kanada, baru-baru ini menyebutkan bahwa celana span sepinggul berpotensi jadi penyebab paresthesia.
Paresthesia, menurut Kamus Kedokteran Dorland, adalah rasa sakit atau keluhan seperti kesemutan, panas seperti terkena api dan lain-lain.



Dalam tulisannya di Canadian Medical Association Journal, Parmar mengaku, satu tahun paling akhir ini kehadiran cukup banyak pasien yang dapat digolongkan sebagai korban paresthesia. Dia telah menyembuhkan sekurang-kurangnya tiga wanita berumur 22-35 th. yang mengeluhkan rasa panas serta gatal di sekitaran paha.

Masalah saraf enteng itu berlangsung karena mereka sukai sekali menggunakan celana ketat hanya pinggul, sekurang-kurangnya dalam enam bln. paling akhir. Hasil riset Parmar tunjukkan, kelainan itu jadi permanen sepanjang celana ketat sepinggul melilit di badan. Itu penyebabnya Parmar merekomendasikan menjauhi semua jenis baju ketat sepanjang therapy.

Menurut dr Andradi Suryamiharia Sp. S (K), spesialis saraf yang setiap harinya bertugas di RSUPN Cipto Mangun Kusumo, Jakarta serta staf pengajar FK-UI itu, sebagai masalah saraf, paresthesia mudah dikenali gejalanya berbentuk kesemutan yang makin lama beralih jadi mati rasa.

Kesemutan berlangsung karena terganggunya saraf pinggir, yaitu saraf yang ada diluar jaringan otak di sekujur badan. Biasanya lantaran tertekan, infeksi, ataupun masalah metabolisme.
2. Ancaman Jamur
Menurut dr Kusmarinah Bramono Sp. KK, spesialis kulit serta kelamin RSCM, pada intinya semuanya type baju ketat punya potensi menyebabkan tiga jenis masalah kulit baik itu hanya pinggul ataupun diatas pinggul.

Hal semacam itu dikarenakan permasalahan kelembapan yang sangat mungkin jamur subur berkembang biak. Akhir-akhir ini, pasien korban jamur yang berobat ke Klinik Kulit serta Kelamin RSCM bertambah dibanding bebrapa th. terlebih dulu.

Selama th. 2002, sekitaran 35 % pasien dapat dibuktikan terkena serangan jamur.
Umur mereka sekitar 15 45 th.. Walau tidak semua terkait dengan rutinitas berbusana, namun kecenderungan meningkatnya jamur sebagai sumber penyakit kulit harus diwaspadai. Idealnya, di negara tropis seperti Indonesia, baju ketat atau sangat tidak tipis memanglah mesti dijauhi.

Kulit jadi kekurangan ruangan untuk “bernapas”, sesaat cairan yang keluar dari badan cukup banyak. Mengakibatkan, permukaan kulit jadi lembab. Bila tidak disertai baju yang pas, jamur semakin lebih gampang beranak pinak.
Type jamur yang banyak didapati yaitu jamur panu (bercak putih, cokelat, atau kemerahan), jamur kurap dengan bintik menonjol gatal, dan jamur kandida yang basah serta gatal.

3. Sisa Hitam
Sesuai sama namanya, tanda-tanda gatal serta beruntusan sebagai trade mark sang dermatitis cuma nampak apabila berlangsung gesekan pada kulit dengan benda dari luar badan.

Benda asing yang punya potensi gesek tinggi bukan sekedar benda keras, seumpama : perhiasan, arloji, atau ikat pinggang. Baju keseharian, bila sangat ketat melekat di badan, atau terbuat berbahan berkontur kasar dapat juga menyebabkan luka.

“Celana ketat terlebih punya pengaruh pada keadaan kulit di sela-sela paha. Awalannya mungkin saja hanya radang enteng. Namun, bila prosesnya berjalan lama, dapat menyebabkan bercak hitam di pangkal paha, ” kata Kusmarinah Bramono.

Bila si yang memiliki badan insaf serta menghindari diri dari baju ketat, warna hitam tadi mungkin saja saja menyusut atau hilang sekalipun. Tetapi, Kusmarinah mengingatkan, sistem menyingkirkan noda hitam itu tidak dapat dikerjakan secepat membalik telapak tangan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Poskan Komentar