Sabtu, 11 Februari 2017

Malaikat Maut Menangis Saat Mencabut Nyawa Wanita Ini,!! Siapakah Dia? Dan Berikut Penjelasannya!!

Malaikat Maut pernah menangis waktu mencabut nyawa seseorang wanita. Kisahnya yang mengharukan tercantum dalam Tadzkirah oleh Imam Qurthubi.



“Aku pernah menangis waktu mencabut nyawa seorang wanita, ” kata Malaikat Maut. “Saat itu ia barusan melahirkan di padang pasir. Saya menangis saat mencabut nyawanya karena mendengar bayi itu menangis serta tidak ada seseorang juga ada disana. ”

Tanpa ada sepengetahuan Malaikat Maut, karena ia cuma ditugaskan untuk mencabut nyawa, Allah Subhanahu wa Ta’ala lantas menyelamatkan bayi itu dengan langkahnya sampai setelah itu ia tumbuh besar serta jadi seorang ulama yang dicintaiNya.


Dalam cerita yang lain dikisahkan narasi yang tidak sama. Malaikat Maut ditugaskan mencabut nyawa seorang wanita yang terbenam di sungai. Yang membuatnya menangis, wanita itu mempunyai dua anak yang masihlah kecil. Ke-2 anak itu tak ditakdirkan wafat sampai mereka selamat hingga ke tepian, bahkan Malaikat Maut turut membantunya menepi.

Lihat dua anak yang masihlah kecil itu, Malaikat Maut menangis karena ia mesti mencabut nyawa ibunya. Mereka bakal jadi anak-anak sebatang kara.
Th. untuk th. berlalu, dua anak itu selanjutnya tumbuh dewasa. Dan dengan izin Allah, ke-2 anak itu keduanya sama jadi raja di dua daerah yang tidak sama.

 " Kita tak pernah tahu kapan Malaikat Maut bakal tiba mencabut nyawa. Satu yang tentu, akan tidak ada yang dapat memajukan serta tunda kematian sesaatpun saat Allah telah mengambil keputusan waktunya.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا
جَاءَ أَجَلُهُملَا يَستَأخِرُونَ سَاعَةً وَلَا
يَستَقدِمُونَ

 Masing-masing umat memiliki batas saat ; jadi apabila telah datang waktunya mereka tak dapat mengundurkannya barang sesaatpun serta tak dapat (juga) memajukannya. (QS. Al A’raf : 34)

 قُللَا أَملِكُ لِنَفسِي ضَرًّا وَلَا نَفعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُم فَلَا يَستَأخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَستَقدِمُونَ

 Katakanlah : “Aku tidak berkuasa menghadirkan kemudharatan serta tdk (juga) manfaat pada diriku, tetapi apa yang diinginkan Allah”. Semasing umat mempunyai ajal. Apabila sudah datang ajal mereka, jadi mereka tidak bisa mengundurkannya barang sesaatpun serta tak (juga) memprioritaskan (nya). (QS. Yunus : 49)

وَلَنيُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعمَلُونَ

 Serta Allah sekali-kali akan tidak menangguhkan (kematian) seseorang bila telah datang saat kematiannya. Serta Allah Maha Tahu apa yang anda lakukan. (QS. Al Munafiqun : 11)

Bahkan walau Malaikat Maut iba juga, hal sejenis itu takkan tunda kematian yang sudah dijadwalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’la.

Namun, kita juga tidak dapat sangat takut dengan hari depan anak-anak dan keturunan kita. Mereka hidup, tumbuh dan besar tidaklah karena kita namun atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti narasi diatas, bahkan ditinggal oleh orangtuanya meskipun, Allah yang bakal membuat perlindungan mereka.

 Yang malah butuh kita buat persiapan dan lebih kita cermati yakni bekal kita hadapi kematian. Siapkah kita hadapi alam barzakh. Siapkah kita hadapi hari kebangkitan. Siapkah kita hadapi yaumul hisab saat semuanya amal kita di buka dihadapan semuanya makhluk. Sudahkah kita pikirkan, jika Malaikat Maut datang dengan cara mendadak pada kita, dimana tempat tinggal kita kelak ; surga atau neraka?

0 Komentar Malaikat Maut Menangis Saat Mencabut Nyawa Wanita Ini,!! Siapakah Dia? Dan Berikut Penjelasannya!!

Posting Komentar

Back To Top